Kamis, 22 November 2012




            . Saya lulusan dari SDN Duren Tiga 07 Jakarta, SMPN 247 Jakarta, dan SMK 28 Oktober 1928 yang bertepatan hari lahirnya Bahasa Indonesia dan hari Sumpah Pemuda. Hoby saya bermain, jalan-jalan, dan belajar bareng bersama teman-teman, kalau sudah asyik bersama teman-teman terkadang suka sering lupa waktu. Makanan kesukaan saya nasi goreng pedas dan minuman jus alpukat. Menurut saya, Universitas Indraprasta (unindra) adalah salah satu perguruan tinggi yang cukup bagus baik dari segi pembelajarannya maupun dari segi fasilitasnya. Saya sudah menjalankan perkuliahan di unindra kurang lebih sudah hampir 3 bulan, menurut saya dosen-dosennya asyik dan unik ada beberapa sebagian yang mempunyai peraturan berbeda dengan dosen lainnya. Teman-teman pun asyik sebaya dengan saya itu adalah hal yang baru saat ini yang baru saya jalani, hal yang sangat menyenangkan buat saya adalah bisa masuk dan bergabung dalam satu kelas teman yang baru saat ini saya kenal belum pernah saya kenal sebelumnya di luar kampus, pembelajaran yang baru, di  ajari dengan seorang dosen yang menurut saya mereka adalah seseorang yang luar biasa dalam mengajarkan mata kuliah perkuliahan, merasakan suasana kampus yang baru, dan hal-hal yang baru lainnya. Niat dan cita-cita saya dalam kuliah ini ingin sukses dan bisa membahagiakan kedua orang tua, ingin melihat mereka menangis bahagia karena saya sukses, ingin meninggikan derajat saya dan kedua orang tua saya dalam sekitar lingkungan yang suka mengejek dan merendahkan  keluarga saya, saya ingin membuktikan kepada mereka yang telah merendahkan saya dan keluarga saya dengan kesuksesan saya suatu saat nanti. Semangat dan terus berjuang sedang saya jalani sekuat dan semampu saya, semoga impian saya terwujud di kemudian hari. Hidup perlu dengan perjuangan begitu juga saya harus berjuang demi cita-cita dan masa depan yang lebih baik dan bisa menyelesaikan kuliah dengan baik tepat waktu menyelesaikan dengan nilai yang baik pula.
Terkadang saya suka berfikir,  kapan dan bagaimana saya bisa membalas budi kepada orang tua dan dengan apa saya harus membayar semuanya kepada mereka yang telah membesarkan saya, mendidik sejak dini, dan mengajarkan hal-hal baik dan membiayai sekolah dari usia dini sampai dewasa seperti sekarang ini, mungkin dengan saya kuliah dan dengan cara sungguh-sungguh suatu saat nanti saya bisa membuktikan kepada orang tua dan membalas budi kepada mereka dengan cara dan keringat jerih payah saya sendiri. Terkadang saya suka sering merasa iri dengan anak-anak lain yang sudah bisa membahagiakan orang tua walaupun itu penghasilan tidak besar. Namun, jika saya terus mengikuti rasa iri semua tidak akan ada habisnya karena itu termasuk rasa syirik kepada orang lain dan itu tidak patut untuk di terapkan di diri saya, ilmu yang saat ini saya dapat di kuliah akan saya serap dengan belajar terus dengan rajin sehingga saya  bisa menyimpan pelajaran mata kuliah di otak dengan baik setiap perkuliahan di kampus. Saya juga ingin mempunyai teman yang setia, kompak dalam belajar, selalu ada di saat saya membutuhkan dan sebaliknya saya juga akan selalu ada untuk mereka di saat mereka butuh saya, mendengar keluh kesah saya saat saya sedang bersedih, memberi motivasi, dan memberi solusi yang baik, saling tukar pikiran dalam hal apapun, selalu mempunyai keinginan untuk selalu tetap bersama dan tidak pernah berkelahi dalam setiap ada masalah apapun, harus bisa bersikap dewasa dalam menyelesaikan masalah apapun masalah itu dan sekecil apapun itu.
Saat ini, saya sudah berusia 18 tahun dimana saya harus berkembang lebih dewasa dan tidak bersikap seperti anak kecil lagi. Mengejar segala impian saat ini yang sedang saya perjuangkan dan saya utamakan ingin menjadi yang terbaik di antara yang terbaik dari lainnya. Prinsip saya tidak ada kata lelah atau menyerah dalm menggapai sesuatu keinginan, selama di depan saya masih ada kesempatan untuk maju dan tetap berusaha. Semua harus di jalankan dari bawah atau biasa kita mendengar pribahasa “Berakit-rakit kehulu berenang-renang ketepian, Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian” merasakan suatu hal yang dimana semua harus penuh dengan usaha keras dan tak kenal lelah, saya percaya suatu saat nanti saya bisa merasakan hal yang sangat manis hasil dari usaha saya belajar di unindra. Di tinggal seseorang bukan berarti hidup saya berhenti sampai disini, kehidupan masih panjang dan masih akan terus berjalan akan saya jadikan pengalaman berharga karna dia telah mengajari saya arti sebuah kekecewaan dimana pada saat itu saya harus bersabar dan melawan rasa bersedih yang berlarut-larut karna di tinggal seorang yang berharga. Kehidupan masih panjang dan masih akan terus berjalan, selama masih di beri kehidupan dan kesempatan saya harus mengisi hari-hari dengan ceria tidak untuk memikirkan hal yang tidak penting untuk di masa depan.
Masa lalu akan saya jadikan pembelajaran untuk kedepannya yang lebih baik lagi, karena masa lalu tidak perlu di ingat dan tidak perlu untuk di kenang. Saya yakin suatu saat nanti Allah pasti mengirimkan kepada saya seseorang yang terbaik di antara yang terbaik dari sebelumnya. Saya tidak mau terus menerus terpuruk atas masa lalu yang sudah terjadi dan mengharapkan orang yang sudah mengecewakan saya, saya percaya dimana dan kapan waktunya suatu saat nanti saya akan bertemu dengan seseorang yang telah Allah kirimkan. Untuk saat ini saya tidak terlalu memikirkan seseorang tapi yang saat ini harus saya fikirkan bagaimana saya bisa sukses dan bisa membahagiakan kedua orang tua dengan cara dan hasil sendiri, saya tidak ingin terus-menerus membebani dan menyusahkan atau merepotkan orang tua terutama ibu yang sudah banting tulang bekerja membantu ayah untuk mencukupi kebutuhan hidup. Apapun yang Allah kasih ke keluarga saya, saya akan mensyukuri segala nikmatNya dan terus berdoa agar di luruskan dan di tunjukan jalan untuk segala urusan kehidupan saya.  Apapun itu rintangan ataupun cobaan Insyaallah akan saya hadapi dengan tenang dan sabar. Semua akan indah pada waktunya begitupun masa depanku. Apapun rintangan yang menghadang akan saya lewati dengan cara terus belajar dari sebuah kesalahan, suatu kegagalan harus bisa di ubah untuk menjadi yang lebih baik bukan untuk menyerah dan putus asa, putus asa hanya akan menghancurkan kehidupan dan tujuan hidup. Untuk apa hidup jika di dalamnya hanya ada penyesalan, mudah menyerah, dan putus asa dalam segala kegagalan yang telah terjadi. Menurut saya, apapun rintangan pasti akan dapat kita lewati jika kita terus berusaha untuk memperbaiki dengan niat untuk menjadi yang lebih baik lagi.
Sudah 12 tahun saya menjalani sebagai seorang pelajar, tugas ibu saya sebenarnya sudah selesai untuk membiayai saya sekolah. Karena sekolah wajib seorang anak adalah 12 tahun tapi jika orang tua masih ingin saya terus melanjutkan dan orang tua masih tetap memberi semangat, saya akan terus maju untuk bisa membanggakan dan menjadikan kenyataan karena ibu sangat menginginkan saya menjadi seorang yang berguna untuk keluarga dan orang lain di luar. Segala macam pengalaman sudah saya lewati selama 12 tahun, dari masa-masa kanak-kanak, beranjak dewasa, dan sampai sekarang sudah menjadi dewasa. Pengorbanan orang tua akan selalu saya ingat sampai kapanpun sampai saatnya saya bisa melihat orang tua dan keluarga menangis bahagia karena saya sudah menjadi orang hebat dan sukses. Ridho orang tua sangat penting untuk kesuksesan anaknya, saya yakin semua anak di bumi ini tidak mungkin ingin melihat orang tuanya sedih semua anak pasti ingin melihat orangtuanya menangis bahagia. Kebahagiaan tidak bisa di bayar dengan apapun, begitu pula melihat air mata seorang ibu di pipi itu sangat anugerah dan sangat mempunyai arti kebanggaan tersendiri karena kebahagiaan hanya bisa di rasakan dengan orang-orang yang mempunyai semangat tinggi untuk maju. Ayah ibu adalah anugerah untuk saya.
Saya sangat senang bisa bertemu dan berteman dengan mereka karena segala pelajaran hidup sudah saya  pelajari dari arti kesetiaan berteman, menjaga persahabatan dan kompak dalam segala sesuatu hal. Saya mempunyai kepribadian selalu menjaga perkataan saat ingin berbicara kepada teman karena yang saya takutkan adalah saya mengeluarkan perkataan yang tidak saya sengaja dan tanpa saya sadari sudah menyakiti hati orang lain, saya tidak ingin mempunyai musuh di dunia ini saya hanya ingin memperbanyak kawan bukan lawan. Untuk apa mempunyai musuh karena itu sangat tidak berguna itu hanya merugikan diri sendiri karena di benci oleh banyak teman. Masalah yang sering datang dalam sebuah pertemanan adalah kesalahpahaman terkadang teman suka berburuk sangka terhadap kita tanpa kita menyadari kita telah melakukannya. Solusi harus kita cari dalam sebuah permasalahan, salah satunya yaitu dengan cara bermusyawarah atau membicarakan permasalahan tersebut bersama-sama dan saling mengeluarkan pendapat dan menyaring solusi pendapat dari semua pihak menjadi satu solusi yang bisa untuk dijadikan jalan keluar.
Menghormati yang lebih tua dari kita itu juga termasuk tahap menuju kedewasaan, dimana kita harus benar-benar menjaga sikap dan perkataan saat berbicara. Kedewasaan juga tidak dapat di ukur dengan umur semua ada di dalam diri kita  masing-masing dan kepribadian diri sendiri, jika umurnya masih belum mencapai kedewasaan tapi dia sudah memiliki kepribadian yang sopan dan kebiasaan yang baik dalam menghormati dia akan mudah untuk menerapkan dimana saja dia berada. Umur sudah dewasa tapi dia tidak bisa menerapkan kedewasaannya sama saja dia belum bisa untuk belajar dewasa dalam lingkungan sekitarnya. Belajarlah dan biasakanlah belajar dewasa sejak dini agar kita tahu arti pemikiran yang lebih baik untuk di terapkan di kehidupan bermasyarakat dan agar semua orang menganggap positif sikap kita terhadap mereka. Ingin memiliki pekerjaan yang mapan adalah keinginan setiap orang, begitu juga saya. Masa depan akan selalu saya nanti dan akan selalu saya gapai dengan cara bekerja keras, saya tidak akan menyerah dalam sebuah rintangan atau cobaan hidup akan saya perbaiki menjadi yang lebih baik lagi selagi saya mampu untuk bisa memperbaikinya. Niat di dalam diri itu sangatlah penting bagi saya, karena dengan adanya sebuah niat di dalam diri semua kegiatan atau persoalan bisa di hadapi dengan hati yang tulus dan tenang, niat untuk menjadi lebih baik dan menjadi orang yang sukses. Saya tidak akan menyerah dengan tugas yang  dosen berikan kepada saya walaupun itu sulit sekalipun harus di kerjakan sebaik mungkin dan sebenar mungkin untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, berusaha untuk terus menghadiri setiap perkuliahan, rajin masuk untuk memenuhi absen yang baik, ingin menjadi mahasiswi yang berprestasi, berguna untuk diri sendiri dan masyarakat di lingkungan sekitar saya. Mohon maaf bagi pembaca jika ada kekurangan dalam karangan ini, karena saya hanya manusia yang tidak luput dari sebuah kesalahan. Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.